Sebuah duka yang mendalam tengah menyelimuti dunia pendidikan Islam di Indonesia. Musibah runtuhnya bangunan di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo pada akhir September 2025 lalu telah meninggalkan luka, tidak hanya bagi keluarga besar pesantren, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang menaruh hormat pada lembaga bersejarah ini. Namun, di balik awan kelabu ini, tersimpan warisan satu abad yang tak lekang oleh waktu dan secercah harapan untuk bangkit kembali.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat tentang kerapuhan, sekaligus kekuatan. Saat doa-doa dipanjatkan dan bantuan mengalir, kita melihat potret sejati bangsa ini: bangsa yang peduli dan saling menguatkan. Artikel ini tidak hanya akan membahas musibah yang terjadi, tetapi juga mengajak kita untuk menelusuri jejak panjang pengabdian Ponpes Al-Khoziny dan bagaimana kita bisa menjadi bagian dari pemulihannya.

Sejarah Panjang Pengabdian: Lebih dari Satu Abad Mencetak Ulama
Untuk memahami betapa besarnya kehilangan ini, kita harus mengenal siapa Ponpes Al-Khoziny. Didirikan sekitar tahun 1920-an oleh K.H.R. Khozin Khoiruddin, pesantren yang lebih dikenal dengan sebutan “Pesantren Buduran” ini adalah salah satu pilar pendidikan Islam tertua di Jawa Timur. Lokasinya yang strategis di Buduran, Sidoarjo, menjadi saksi bisu lahirnya ribuan santri yang kemudian menjadi tokoh-tokoh penting di tengah masyarakat. Website Resmi Ponpes Al-Khoziny
Pada awalnya, fokus pendidikan di pesantren ini adalah kajian kitab kuning dengan metode tradisional seperti sorogan dan bandongan. Di bawah kepemimpinan para pengasuh dari generasi ke generasi, seperti K.H. Moh Abbas dan K.H. Abdul Mujib Abbas, Al-Khoziny terus berkembang dan beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan akarnya.
Transformasi besar terjadi ketika sistem pendidikan formal mulai diintegrasikan. Berawal dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada tahun 1964, kini Ponpes Al-Khoziny telah memiliki lembaga pendidikan lengkap, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga perguruan tinggi, yaitu Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny. Perpaduan antara tradisi salaf yang kuat dan pendidikan modern inilah yang menjadi daya tarik utamanya, menjadikannya rujukan bagi para orang tua yang ingin anaknya mendalami ilmu agama sekaligus memiliki bekal akademis.
Ujian Berat di Tengah Pembangunan
Tragedi yang terjadi pada 29 September 2025 menjadi titik paling memilukan dalam sejarah panjang pesantren. Runtuhnya bangunan musala yang tengah dalam proses renovasi saat para santri melaksanakan salat Ashar berjamaah adalah sebuah pukulan berat. Puluhan santri menjadi korban, meninggalkan duka yang tak terhingga bagi keluarga dan seluruh civitas akademika.
Peristiwa ini segera menjadi sorotan nasional. Tim evakuasi gabungan bekerja siang dan malam, sementara simpati dan dukungan mengalir dari berbagai penjuru. Pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat umum bahu-membahu memberikan bantuan, menunjukkan bahwa Ponpes Al-Khoziny tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.
Penyebab insiden ini, yang diduga akibat kegagalan konstruksi, menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya standar keselamatan dalam pembangunan, terutama di lingkungan pendidikan. Namun, di atas segalanya, fokus utama saat ini adalah pada pemulihan—baik pemulihan fisik maupun trauma para korban dan santri lainnya.
Warisan yang Harus Terus Hidup: Spiritualitas dan Keilmuan
Di luar tragedi yang memilukan, Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo adalah rumah bagi spiritualitas dan keilmuan. Pesantren ini dikenal sebagai pusat pengajaran lima tarekat, sebuah kekayaan spiritual yang diwariskan dari para sesepuh dan terus dijaga hingga kini. Inilah yang membentuk karakter para santrinya: pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.
Jejaring keilmuannya terhubung erat dengan pesantren-pesantren besar lainnya di tanah Jawa. Banyak ulama besar Nusantara yang jejak sanad keilmuannya bersinggungan dengan pesantren ini, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari sejarah Nahdlatul Ulama (NU) dan perkembangan Islam di Indonesia.
Warisan inilah yang harus kita jaga bersama. Runtuhnya sebuah bangunan tidak boleh meruntuhkan semangat dan cita-cita yang telah dibangun selama seratus tahun. Justru, inilah momen bagi kita semua untuk menunjukkan kepedulian nyata.
Langkah ke Depan: Membangun Kembali Harapan
Proses pemulihan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo akan menjadi perjalanan yang panjang. Dukungan yang dibutuhkan tidak hanya bersifat materiel untuk membangun kembali fasilitas fisik, tetapi juga dukungan moril untuk membangkitkan kembali semangat para santri, pengajar, dan pengasuh.
Kegiatan belajar mengajar yang untuk sementara waktu dihentikan harus dapat dimulai kembali secepatnya. Anak-anak yatim dan dhuafa yang menggantungkan hidup dan pendidikannya di pesantren ini membutuhkan kepastian akan masa depan mereka.
Sebagai masyarakat, kita dapat berkontribusi melalui berbagai cara. Berdonasi melalui lembaga-lembaga terpercaya yang membuka penggalangan dana, memberikan bantuan logistik, atau sekadar menyebarkan informasi positif tentang sejarah dan kontribusi pesantren ini adalah langkah-langkah kecil yang sangat berarti. Mari kita pastikan bahwa api semangat pendidikan di Al-Khoziny tidak akan pernah padam.
Musibah ini adalah ujian, tetapi juga kesempatan untuk mempererat kebersamaan kita. Mari bergandengan tangan, membantu Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo untuk pulih dan bangkit, agar dapat terus melahirkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi bangsa dan agama.
Satu bata dari Anda, menjadi istana di surga untuk mereka.
Mari bersama wujudkan Mushola yang layak untuk anak-anak di Panti Asuhan Al Firdaus. Tempat mereka belajar, mengaji, dan memanjatkan doa terbaik untuk para dermawan seperti Anda.
Salurkan donasi terbaik Anda dengan cara yang paling mudah:
Klik untuk Donasi Online Sekarang: ➡️ https://alfirdauscentersidoarjo.org/donasi-panti-asuhan-sidoarjo/
Atau melalui transfer ke rekening resmi kami:
- BRI: 7611-0101-2726-537
- Bank Jatim: 072-321-2804
- BSI: 8910-8910-07
- Muamalat: 775-001-2217
a.n. Yayasan Donasi Sosial Al-Firdaus
Setiap rupiah yang Anda berikan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya tak akan terputus. Terima kasih, #OrangBaik!






